IDXChannel – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan laporan keuangan untuk semester I-2026 yang telah diaudit. Sepanjang periode tersebut, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD1,41 miliar, EBITDA sebesar USD805 juta dan laba kotor sebesar USD588 juta. Biaya kas produksi migas terjaga USD8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini.
Laba bersih semester I-2026 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD275 juta, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas (migas), dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.
Posisi utang konsolidasi pada akhir Juni tercatat USD4,12 miliar dengan kas dan setara kas sebesar USD1,4 miliar, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group tercatat sebesar 1,4x atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle USD65 per barel. Peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's tetap dipertahankan.
Sepanjang paruh pertama tahun ini, produksi migas perseroan mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd).
Sesuai panduan 2026, di mana gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi. Capaian tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas Perseroan, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.