Harga Dasar Baru = 422/845 x 601,6 = 300,444
Hingga penutupan perdagangan Rabu (14/10/2026), saham PBSA anjlok 9 persen ke Rp384 dengan mencatatkan transaksi Rp3,6 miliar dengan volume 9,3 miliar saham.
Adapun setelah stock split, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh PBSA meningkat dari 3 miliar saham menjadi 6 miliar saham.
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pelaksanaan stock split akan mengacu pada saldo saham PBSA di masing-masing subrekening efek berdasarkan daftar pemegang saham pada 15 Oktober 2026.
Selanjutnya pada 16 Oktober 2026, saham hasil stock split akan didistribusikan melalui subrekening efek masing-masing pemegang saham di KSEI.
(DESI ANGRIANI)