Dari sisi keuangan, rasio net debt terhadap EBITDA membaik menjadi 1,32 kali dari 2,36 kali pada kuartal III 2025. Rasio EBITDA terhadap beban bunga bersih juga meningkat menjadi 7,54 kali dari 4,84 kali. Sementara itu, rasio lancar tercatat 1,15 kali.
Siklus modal kerja atau working capital cycle (WCC) perseroan juga lebih singkat, yakni 52 hari dibandingkan 56 hari pada kuartal III 2025. Perbaikan sejumlah indikator tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan dan modal kerja perseroan.
Pada akhir September 2026, total aset Lautan Luas mencapai Rp7,8 triliun, meningkat dibandingkan Rp6,7 triliun pada akhir 2025. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan piutang usaha dan persediaan seiring dengan peningkatan pendapatan. Perseroan juga telah menjadwalkan pembayaran obligasi yang jatuh tempo pada November 2026.
Ke depan, Lautan Luas terus mengoptimalkan kegiatan usaha di segmen distribusi, manufaktur, serta pendukung dan jasa untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri. Pengelolaan modal kerja dan keuangan tetap menjadi perhatian perseroan guna menjaga efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis.
(Rahmat Fiansyah)