"Level ini merupakan area gap yang terbentuk saat indeks mengalami tekanan jual. Sehingga, kika momentum bullish berlanjut, maka IHSG berpeluang bergerak menuju area (5.800-an) tersebut. Tapi, (peluang) ini juga akan tetap bergantung pada kekuatan pemulihan dan perkembangan sentimen pasar," ujar Gema.
Keyakinan Gema dalam menyusun analisis ini, juga diperkuat pada prediksi yang dibuat pada pekan lalu, di mana saat itu Gema memang telah memproyeksikan bakal adanya peluang rebound bagi IHSG pada kisaran tanggal 20-21 Oktober 2026.
Pada 19 Oktober 2026 juga, Gema sempat membagikan analisisnya, yang memperkirakan bahwa IHSG bakal ditutup dengan candle hijau, yang kemudian benar-benar terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir.
"Kalaupun closing red lagi, it's okay. 20 tahun saya di pasar saham sejak 2006, short term pain, long term gain. History will repeat itself," ujar Gema.
(taufan sukma)