"Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan konsumsi energi yang lebih efisien sekaligus memperkuat praktik operasional berkelanjutan," ujar Andrew.
Andrew menegaskan, saat ini kapasitas produksi BLES sekitar 5,6 juta m³ per tahun. Kapasitas tersebut ditopang oleh enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan bisnis yang terukur dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Kami optimistis, dengan fondasi bisnis yang kuat dan konsistensi dalam menjalankan strategi, BLES dapat menjaga relevansi produk serta menangkap peluang pertumbuhan industri bata ringan di Indonesia mengingat tingkat penggunaan bata ringan sebagai produk substitusi bata merah masih relatif rendah,” ujar Andrew.
(Dhera Arizona)