"Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar," ujar dia.
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp38,3 triliun. Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kondisi keuangan kuartal III cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi. Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” kata Sugianto.
Dia mengungkapkan, strategi pengembangan PIK2 dilakukan melalui peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol Kataraja yang telah beroperasi parsial sejak tahun lalu serta kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut mendorong aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di PIK2.