IDXChannel - Inflasi Amerika Serikat (AS) yang melampaui ekspektasi pasar meningkatkan peluang Federal Reserve (The Fed) dalam mengerek suku bunganya pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) pada Rabu (14/10/2026) melaporkan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) September 2026 naik 3,7 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 3,6 persen dan inflasi Agustus 2026 sebesar 3,4 persen.
Secara bulanan atau month-on-month (MoM), CPI meningkat 0,6 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar, tetapi lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4 persen pada Agustus 2026.
Tekanan inflasi juga terlihat pada inflasi inti atau core CPI yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi. Core CPI September 2026 naik 2,6 persen YoY, melampaui ekspektasi sebesar 2,5 persen dan realisasi Agustus sebesar 2,4 persen.
Sementara itu, secara bulanan core CPI naik 0,3 persen, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen, meski sama dengan kenaikan pada bulan sebelumnya.