Dari sisi sentimen domestik, perhatian pasar pada Jumat (6/11/2026) tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia Oktober, yang sebelumnya tercatat sebesar USD146,3 miliar, serta indeks harga properti kuartal III-2026, yang pada periode sebelumnya tumbuh 1,32 persen secara tahunan.
Sementara dari Amerika Serikat (AS), investor mencermati data Non-Farm Payrolls (NFP) Oktober dengan konsensus penambahan 65 ribu tenaga kerja. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di level 4,2 persen.
Data ketenagakerjaan AS berpotensi memengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta aliran modal asing ke pasar negara berkembang.
Secara teknikal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, volume transaksi IHSG masih relatif terbatas dibandingkan rata-rata 20 hari. Indikator MACD juga masih berada di area negatif.
Level support terdekat berada di 4.960. BRI Danareksa memperingatkan bahwa apabila level tersebut gagal dipertahankan, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan untuk mengisi celah harga (gap filling) menuju 4.829.