Sementara itu, harga minyak mentah Brent terkoreksi 1,16 persen secara intraday menjadi sekitar USD87 per barel pada Kamis (13/8/2026), setelah mencatat kenaikan selama enam hari perdagangan berturut-turut.
International Energy Agency (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 akan melambat hingga 1,6 juta barel per hari. Proyeksi tersebut 510 ribu barel per hari lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya.
Menurut Ratih, pelemahan permintaan minyak tersebut sejalan dengan gangguan pasokan serta perlambatan perekonomian global.
Di kawasan Asia Pasifik, pasar saham justru bergerak menguat pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 3,6 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang menguat 1,2 persen.
(DESI ANGRIANI)