Meski demikian, perseroan mampu menekan pertumbuhan beban usaha menjadi hanya 10,7 persen. Alhasil, rasio beban usaha terhadap pendapatan membaik menjadi 28,3 persen dari 30,9 persen pada sembilan bulan pertama 2025.
Efisiensi tersebut mendorong marjin laba operasional meningkat menjadi 6 persen dari sebelumnya 4,5 persen. Adapun marjin laba bersih naik menjadi 4,4 persen dari 4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kuartalan, kuartal III-2026 menjadi periode dengan kinerja terkuat HYGN sepanjang tahun ini. Perseroan membukukan pendapatan Rp110,8 miliar, meningkat 21 persen dibandingkan Rp91,6 miliar pada kuartal III-2025.
(DESI ANGRIANI)