Berdasarkan segmen bisnis, seluruh lini usaha HYGN mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Jasa hygiene masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp155,6 miliar, meningkat 19 persen dibandingkan Rp130,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen ini menyumbang sekitar 48,7 persen terhadap total pendapatan grup.
Selanjutnya, segmen jasa kebersihan membukukan pendapatan Rp110,8 miliar, tumbuh 13 persen dari Rp98,1 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kontribusinya mencapai 34,7 persen terhadap total pendapatan perseroan.
Sementara itu, jasa pengendalian hama mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Pendapatan segmen ini melonjak 50,8 persen menjadi Rp53 miliar dari Rp35,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi jasa pengendalian hama terhadap total pendapatan grup juga meningkat menjadi 16,6 persen dari sebelumnya 13,3 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan cakupan layanan ke berbagai sektor industri serta peningkatan basis pelanggan.
Dari sisi profitabilitas, HYGN mencatatkan marjin laba kotor sebesar 34,2 persen pada sembilan bulan pertama 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan 35,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini terjadi karena beban pokok pendapatan tumbuh 23,1 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.