Penjualan ke sektor agrobisnis sepanjang 2025 mencapai 1.409 unit, tumbuh 38 persen. Sektor konstruksi mencapai 544 unit (-3 persen), kehutanan 528 unit (-3 persen), dan pertambangan 299 unit (-8 unit).
Dwi menjelaskan, sejauh ini sektor agrobisnis masih menjanjikan. Hal ini terbukti dari peluncuran produk Foton 4x2 beberapa waktu lalu di mana pelanggan dari sektor tersebut menyerap secara signifikan.
"Perseroan juga mengantisipasi kenaikan permintaan pasar di sektor agro sejalan kenaikan harga CPO. Harapannya, perseroan dapat mengambil kesempatan dari kenaikan demand ini," katanya.
Untuk pertambangan, kata dia, sektor tersebut masih terpengaruh oleh penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) terkait kuota produksi batu bara. Namun, perseroan mencatat adanya beberapa backlog order akibat tertundanya penerbitan RKAB yang dialami sebagian pelanggan.
"Saat ini, RKAB juga sudah keluar, harapannya aktivitas tambang segera membaik," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)