Kekhawatiran terhadap prospek permintaan muncul meski tekanan inflasi mulai mereda dan kekhawatiran terhadap suku bunga menurun.
Analis Fastmarkets Andy Farida mengatakan, dikutip Reuters, permintaan logam dasar memang masih terlihat tangguh, tetapi keberlanjutan momentum tersebut mulai dipertanyakan karena harga aset telah meningkat dengan cepat, sementara pertumbuhan upah masih relatif lemah.
Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan membantu mengurangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada September.
Kondisi tersebut seharusnya mendukung logam industri yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi seperti tembaga karena biaya pendanaan yang lebih rendah dapat menopang aktivitas ekonomi.
Namun, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September sebesar 41 persen, turun dari 44 persen pada pekan lalu, berdasarkan CME FedWatch Tool.