"Aliran minyak Timur Tengah tetap sangat kuat meskipun terjadi gangguan pada pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi," kata analis JPMorgan dalam sebuah catatan.
Angkanya mencapai 17,1 juta bph dalam 10 hari terakhir, hanya 6,1 juta bph di bawah rata-rata 2025.
Data satelit menunjukkan bahwa minyak Arab Saudi yang melewati Selat Hormuz rata-rata mencapai 2,9 juta bph selama enam hari terakhir, naik dari hanya 700.000 bph pada Agustus. (Wahyu Dwi Anggoro)