IDXChannel - Gejolak energi global yang diakibatkan perang di Timur Tengah dan Ukraina memicu kekurangan bahan bakar di industri pelayaran dunia.
Dilansir dari Oilprice pada Minggu (20/9/2026), kilang-kilang lebih memilih untuk memroduksi solar atau bensin daripada bahan bakar untuk kapal.
Menurut perusahaan riset Energy Aspects, kekurangan bahan bakar kapal diperkirakan mencapai 218.000 barel per hari (bph) pada kuartal ini.
Industri pelayaran global sempat mengalami kekurangan bahan bakar kapal pada 2025. Namun, kekurangannya hanya mencapai 6.000 bph saat itu.
"Karena gangguan yang berkepanjangan di Timur Tengah, kami memperkirakan pasokan akan tetap sangat ketat pada kuartal ketiga," kata analis Rystad Energy dalam laporan mereka.