Pejabat Iran menolak memberikan rincian mengenai strategi baru untuk menargetkan kapal. Namun, salah satu pejabat mengatakan Iran mulai menggunakan taktik ofensif yang berbeda sekitar 10 hari lalu.
Data menunjukkan arus minyak dari kawasan Teluk, tidak termasuk Iran, melonjak pada September hingga lebih dari 81 persen dari level sebelum perang.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pemulihan ekspor Arab Saudi. Sementara itu, ekspor minyak Iran turun menjadi nol akibat blokade AS.
“Lebih banyak minyak mentah yang masuk ke pasar internasional tidak serta-merta berarti produksi minyak meningkat,” kata Analis Saxo Bank Ole Hansen dalam sebuah catatan.
“Sebagian pemulihan tersebut mencerminkan redistribusi minyak yang tersedia, termasuk volume yang sebelumnya digunakan untuk memasok kilang di kawasan,” imbuh dia.