"Berita mengenai Arab Saudi yang mengekspor minyak dari kawasan Teluk menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap gangguan pasokan yang lebih besar mulai mereda," ujar analis UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip Reuters.
Harga minyak sebelumnya melonjak lebih dari USD3 pada perdagangan Selasa setelah sumber-sumber di industri pelayaran mengatakan pemuatan minyak mentah di pusat ekspor Arab Saudi di Laut Merah, Yanbu, telah dihentikan.
Riyadh juga membatalkan sejumlah pengiriman minyak kepada pelanggan di Eropa.
Penghentian tersebut terjadi setelah serangan terhadap pipa East-West, yang memasok minyak ke Pelabuhan Yanbu.
Yanbu menjadi jalur utama ekspor minyak Arab Saudi setelah Iran mulai memblokade Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada akhir Februari.
Sebelum perang, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.