Harga minyak berbalik melemah setelah Financial Times melaporkan, para menteri luar negeri negara-negara Timur Tengah tengah berupaya merumuskan kesepakatan sementara dengan Iran untuk mengatur kembali pelayaran melalui Selat Hormuz.
Kabar tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar setelah harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis menyusul eskalasi serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut.
“Hal-hal yang menyebabkan kepanikan kemarin mulai mereda hari ini. Pertanyaannya, apakah pasar akan tetap tenang sepanjang akhir pekan? Biasanya, hal-hal justru terjadi pada saat itu,” ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip Reuters.
Pembicaraan mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar minyak pada perdagangan terakhir pekan ini.
“Sejumlah berita mengenai kemungkinan pembicaraan baru di Timur Tengah sedikit membebani harga minyak hari ini. Saya masih melihat risiko kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, tetapi kita juga harus memperkirakan volatilitas harga yang tetap tinggi,” kata analis energi UBS, Giovanni Staunovo.