IDXChannel - Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (28/9/2026), setelah Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sikap tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal Teheran, sehingga ketidakpastian mengenai normalisasi lalu lintas kapal di jalur perdagangan minyak utama tersebut masih tinggi.
Melansir Investing, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November naik 2,7 persen menjadi USD107,08 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,4 persen ke level USD94,66 per barel.
Dengan kenaikan pada perdagangan Senin, harga Brent telah menguat sekitar 18 persen sepanjang September. Iran sebelumnya mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sembari melanjutkan negosiasi yang lebih luas.
Namun, pembukaan jalur tersebut mensyaratkan Amerika Serikat mencabut blokade laut, mengurangi tekanan militer, menghapus sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta menyepakati gencatan senjata.
Teheran menegaskan tetap berpegang pada persyaratan tersebut meski Trump telah menolak proposal yang diajukan. Di sisi lain, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran diperkirakan kembali berlangsung pada pekan ini, menurut laporan Axios. Qatar juga disebut terus melakukan komunikasi dengan kedua pihak dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan.
Risiko pasokan juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Arab Saudi pada Sabtu mengatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan oleh Houthi. Beberapa hari sebelumnya, Arab Saudi juga mengklaim mencegat enam rudal yang diarahkan ke wilayah Taif dan kawasan Yanbu.
Gangguan tersebut mendorong negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk mencari jalur alternatif untuk mengirimkan minyak mentah.
Namun, terdapat indikasi bahwa sebagian minyak masih dapat melewati Selat Hormuz dengan volume yang meningkat. Trump mengatakan lebih dari 20 juta barel minyak telah melintasi selat tersebut selama akhir pekan, menurut laporan Axios.
Selain harga minyak mentah, pasar juga mencermati pasokan produk olahan seperti diesel. Harga diesel di Eropa dan AS telah mencapai rekor tertinggi setelah gangguan terhadap ekspor minyak mentah dan produk olahan dari kawasan Timur Tengah serta Rusia memperketat pasokan bahan bakar.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasar energi global, terutama jika gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dan jalur perdagangan lainnya berlangsung lebih lama.
(DESI ANGRIANI)