Angka tersebut berbanding dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan persediaan meningkat 1,7 juta barel.
Analis PVM Tamas Varga mengatakan investor belum yakin bahwa peningkatan pasokan dan ekspor dari Timur Tengah belakangan ini dapat dipertahankan.
Menurutnya, harga minyak juga mendapat dukungan dari badai yang mendekati AS serta konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dan Ukraina.
Mengutip Kementerian Transportasi Yaman, kelompok Houthi di Yaman menyerang Bandara Internasional Aden menggunakan rudal dan drone, ketika pertempuran antara kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut dan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi semakin intensif.
Kilduff mengatakan serangan di Timur Tengah telah membatasi penurunan harga Brent dibandingkan dengan minyak mentah AS. (Aldo Fernando)