sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Dunia Turun, Upaya Diplomasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar

Market news editor Desi Angriani
26/10/2026 22:08 WIB
Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi membuat risiko geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar.
Harga Minyak Dunia Turun, Upaya Diplomasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar (Foto: dok The Star)
Harga Minyak Dunia Turun, Upaya Diplomasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar (Foto: dok The Star)

IDXChannel - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin (26/10/2026), seiring upaya diplomatik untuk meredakan perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. 

Namun, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi membuat risiko geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar.

Melansir Investing, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman mendatang turun 1,4 persen menjadi USD115,04 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 2,1 persen menjadi USD101,13 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut sebelumnya melonjak hampir USD3 per barel pada Jumat (23/10/2026). Kenaikan dipicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi Arab Saudi setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, melancarkan serangan.

Arab Saudi merupakan salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Konflik antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi juga berlangsung di sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan yang menghadap Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut menjadi salah satu titik penting bagi pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

Adapun tekanan terhadap harga minyak muncul setelah sejumlah upaya diplomatik dilakukan untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Pada akhir pekan, kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan sebuah bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi pada Sabtu. Pemerintah Arab Saudi kemudian menyatakan telah mencegat sejumlah rudal dan drone tambahan pada Minggu.

Di tengah meningkatnya risiko keamanan, mediator Qatar dilaporkan melakukan perjalanan ke Teheran pada Minggu untuk mendorong deeskalasi ketegangan kawasan dengan Washington.

Meski demikian, prospek perdamaian masih belum pasti. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa waktunya semakin dekat untuk memutuskan apakah Washington akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau melanjutkan serangan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa AS tidak akan melancarkan serangan baru apabila pertimbangan rasional tetap diutamakan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement