Sentimen positif tersebut turut tercermin pada saham TINS. Harga saham perseroan meningkat sekitar 17,7 persen dari Rp3.270 pada 30 Juni 2026 menjadi Rp3.850 pada 10 Agustus 2026.
Pada harga tersebut, kapitalisasi pasar TINS mencapai sekitar Rp28,67 triliun. Berdasarkan laba Semester I-2026 yang disetahunkan secara sederhana, saham TINS diperdagangkan pada kisaran 5,3 kali indicative PER.
“Penutupan tambang ilegal dapat menjadi katalis re-rating bagi TINS. Pasar tidak lagi hanya melihat perseroan sebagai penerima manfaat kenaikan harga timah, tetapi juga sebagai perusahaan yang memiliki peluang pertumbuhan produksi, arus kas, dan laba yang lebih terukur,” kata Andhika.
(kunthi fahmar sandy)