Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai 87 persen, naik dari 67 persen sebelum data inflasi dirilis.
“Emas pulih dengan cepat setelah sempat terkoreksi. Data CPI kemungkinan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas agak mereda karena pasar sebelumnya sudah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 70 persen,” ujar trader logam independen, Tai Wong, seperti dikutip Reuters.
Menurut Wong, pergerakan harga tersebut menunjukkan emas mulai menemukan pijakan jangka pendek setelah mengalami penurunan dalam beberapa sesi terakhir.
Kenaikan harga minyak yang masih bertahan di level tinggi turut menjadi faktor yang membebani emas.