sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Jatuh Lebih dari 3 Persen Sepekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/10/2026 09:45 WIB
Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah sempat menguat.
Harga Emas Dunia Jatuh Lebih dari 3 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)
Harga Emas Dunia Jatuh Lebih dari 3 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia berbalik melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah sempat menguat. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Mengacu pada data pasar, harga emas spot turun 0,88 persen menjadi USD4.140,52 per troy ons. Dalam sepekan, harga emas tercatat merosot sekitar 3,37 persen.

Dolar AS memang sedikit melemah pada perdagangan Jumat, tetapi masih berada di jalur penguatan secara mingguan.

Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun pada Kamis (1/10) menyentuh level tertinggi sejak 2002.

Tekanan terhadap emas terjadi meski harga logam mulia tersebut sempat menguat lebih dari 1 persen setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat (AS) melambat lebih tajam dari perkiraan pada September.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls hanya bertambah 29.000 pada September, setelah kenaikan Agustus direvisi turun menjadi 133.000.

Angka tersebut jauh di bawah proyeksi ekonom yang disurvei Reuters, yakni kenaikan 90.000 pekerjaan, setelah sebelumnya dilaporkan tumbuh 162.000 pada Agustus.

Analis Utama Pasar Bybit Han Tan mengatakan pelaku pasar emas tampaknya masih menahan diri meski data tenaga kerja AS melemah, mengingat Federal Reserve (The Fed) masih menunjukkan kecenderungan hawkish.

“Pelaku pasar emas mungkin masih menahan diri untuk tidak terlalu terbawa suasana, karena The Fed masih mempertahankan kecenderungan hawkish,” ujar Han Tan, seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, arah harga emas dalam beberapa bulan mendatang akan sangat bergantung pada seberapa jauh The Fed bersedia menoleransi potensi pelemahan pasar tenaga kerja, sementara bank sentral AS tetap berfokus menekan inflasi.

Harga emas telah anjlok lebih dari 20 persen sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Emas tertekan oleh ekspektasi bahwa inflasi yang dipicu konflik dapat membuat suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan serta penolakan dari sedikitnya dua pejabat senior The Fed terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober memperkuat ekspektasi investor bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.

Pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga AS pada Oktober hanya sekitar 22 persen, turun dari sekitar 70 persen pada awal pekan, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Analis Marex Edward Meir menilai prospek teknikal emas masih menghadapi tekanan. Menurut dia, harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan apabila siklus kenaikan suku bunga kembali berlanjut.

“Grafik masih terlihat cukup suram dan emas masih bisa bergerak lebih rendah jika siklus suku bunga kembali memasuki fase kenaikan,” kata Edward Meir. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement