Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sekaligus mencatatkan level persediaan tertinggi yang pernah tercatat.
Meski demikian, Cheang menilai perhatian pasar kini beralih pada kemungkinan persediaan kembali meningkat pada Oktober.
Persediaan diperkirakan masih bertahan di level tinggi, tetapi laju kenaikannya berpotensi mulai melambat.
Pertumbuhan persediaan diperkirakan mulai melandai pada November apabila ekspor bertahan di atas 1,5 juta ton dan produksi stabil di kisaran 2 juta ton, kata Cheang.
Sebaliknya, jika permintaan tidak memenuhi ekspektasi sementara produksi bertahan di dekat rekor tertinggi, persediaan dapat bertahan di atas 3,5 juta ton lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi terus menekan harga CPO.