sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Melemah 2 Hari Beruntun, Tertekan Tingginya Stok

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/10/2026 15:20 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka kembali melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026), tertekan kekhawatiran terhadap peningkatan stok.
Harga CPO Melemah 2 Hari Beruntun, Tertekan Tingginya Stok. (Foto: Magnific)
Harga CPO Melemah 2 Hari Beruntun, Tertekan Tingginya Stok. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka kembali melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026), tertekan kekhawatiran terhadap peningkatan stok. Namun, kenaikan harga minyak mentah membatasi penurunan harga CPO.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Desember di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,68 persen menjadi 4.529 ringgit per ton pada pukul 14.48 WIB.

"Pasar masih berada di bawah tekanan, terutama pada kontrak-kontrak terdekat, di tengah tingginya persediaan minyak sawit," kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters.

"Harga gagal kembali ke zona positif meskipun harga minyak mentah menguat," lanjut trader tersebut.

Persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada September, melampaui puncak yang tercatat pada Desember 2018.

Kondisi tersebut terjadi seiring produksi yang melonjak ke level rekor, sementara permintaan ekspor masih lesu, berdasarkan survei Reuters.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,03 persen. Sementara itu, Bursa Komoditas Dalian (Dalian Commodity Exchange) masih tutup karena hari libur dan akan kembali dibuka pada Kamis (8/10) besok.

Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati lainnya karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, harga minyak mentah menguat setelah pasar mempertimbangkan potensi gangguan pasokan akibat badai yang menuju wilayah penghasil minyak di Amerika Serikat (AS) serta serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman terhadap Arab Saudi.

Sentimen tersebut mengimbangi peningkatan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.

Penguatan harga minyak mentah berjangka membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Dari sisi valuta, ringgit Malaysia yang menjadi mata uang perdagangan CPO melemah 0,06 persen terhadap dolar AS.

Kondisi tersebut membuat harga komoditas sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Sementara itu, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Indonesia menyerahkan hampir 260.000 hektare lahan hasil penyitaan kepada Kementerian Kehutanan.

Lebih dari separuh lahan tersebut akan dialihkan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit pelat merah, PT Agrinas Palma Nusantara. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement