sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Jatuh ke Level Terendah Sejak Juni, Stok Malaysia Diprediksi Pecah Rekor

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
04/11/2026 15:08 WIB
Harga minyak kelapa sawit mentah /CPO) melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (4/11/2026), menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni.
Harga CPO Jatuh ke Level Terendah Sejak Juni, Stok Malaysia Diprediksi Pecah Rekor. (Foto: Magnific)
Harga CPO Jatuh ke Level Terendah Sejak Juni, Stok Malaysia Diprediksi Pecah Rekor. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak kelapa sawit mentah /CPO) melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (4/11/2026), menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni.

Tekanan harga dipicu ekspektasi kenaikan stok Malaysia yang diperkirakan mencapai rekor tertinggi serta pelemahan harga minyak sawit olein di Dalian.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,14 persen menjadi 4.499 ringgit per ton hingga jeda perdagangan tengah hari. Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan harga selama tiga sesi berturut-turut.

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, pasar masih bergerak dalam tren bearish setelah hasil jajak pendapat pada Selasa memperkirakan persediaan akhir minyak sawit Malaysia pada bulan lalu mencapai rekor tertinggi.

Survei Reuters menunjukkan, stok minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat 6,8 persen dibandingkan September yang mencapai rekor 3,51 juta ton, menjadi 3,75 juta ton pada Oktober.

"Penurunan harga minyak sawit olein di Dalian semalam, yang sebagian dipengaruhi pelemahan kontrak berjangka CPO, turut menambah sentimen negatif di pasar," kata trader tersebut, seperti dikutip Reuters.

Di pasar komoditas China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,6 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 3,21 persen.

Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) terkoreksi 1,46 persen.

Pergerakan harga minyak sawit turut mengikuti dinamika minyak nabati pesaingnya karena komoditas tersebut bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Dari pasar energi, harga minyak mentah juga melemah pada awal perdagangan seiring investor mencermati hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) dan potensi dampaknya terhadap perundingan perdamaian di Timur Tengah.

Pelemahan tersebut terjadi meskipun data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun pada pekan lalu.

Harga minyak mentah yang lebih rendah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Di sisi lain, ringgit Malaysia, mata uang yang digunakan dalam transaksi minyak sawit, menguat 0,12 persen terhadap dolar AS.

Penguatan ini membuat harga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement