IDXChannel - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Pergerakan saham tersebut mendekati level resistance penting yang menjadi penentu arah selanjutnya.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham BYAN semakin mendekati neckline Rp14.150 setelah membentuk pola reversal berupa rounded bottom.
Pada perdagangan Rabu (7/10) pagi, saham BYAN sempat menguat 2,79 persen ke Rp13.825.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, jika saham BYAN mampu menembus dan ditutup di atas level Rp14.150, kondisi tersebut berpotensi mengonfirmasi pola reversal dan membuka ruang kenaikan menuju Rp15.400-Rp16.350.
Sebaliknya, area Rp13.000-Rp13.225 menjadi level support terdekat. Jika tekanan jual kembali muncul, support berikutnya berada di level Rp12.000.
Dari sisi indikator, MACD telah membentuk bullish crossover dan histogram mulai bergerak positif. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum rebound saham BYAN mulai menguat.
Pergerakan saham BYAN tersebut berlangsung di tengah sejumlah perkembangan korporasi.
Menurut keterbukaan informasi Selasa (6/10), PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam menambah jumlah saham BYAN yang akan diakuisisi menjadi 10.084.088.370 saham.
Jumlah tersebut meningkat dari kesepakatan sebelumnya sebanyak 10.000.000.500 saham, atau bertambah sekitar 84,1 juta saham. Perubahan tersebut tertuang dalam perubahan conditional share purchase agreement (CSPA) yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan. Setelah transaksi selesai, Jhonlin Baratama akan memiliki 10.084.088.370 saham BYAN.
Di sisi operasional, BYAN juga memperoleh tambahan kuota produksi sekitar 15 juta-20 juta ton untuk tiga anak usaha setelah revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 disetujui. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.