Secara bisnis, TEBE memiliki jalan angkut khusus sepanjang 46 kilometer serta pelabuhan batu bara seluas 30 hektare di Sungai Barito dengan kapasitas pemuatan hingga 18 juta ton per tahun. Perseroan juga mengoperasikan empat jalur jetty-conveyor dan armada alat berat.
TEBE tidak memiliki bisnis pertambangan batu bara, melainkan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan produsen batu bara.
Pelabuhan perseroan melayani sekitar 50 konsesi tambang, dengan jasa pelabuhan menyumbang sekitar 88 persen pendapatan, sementara sisanya terutama berasal dari jasa angkutan melalui jalan hauling.
Dengan model bisnis tersebut, kinerja TEBE sangat bergantung pada volume batu bara dan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) para pelanggan.
Tekanan terhadap bisnis inti terlihat pada semester I-2026. Laba TEBE turun 28 persen secara tahunan menjadi Rp28 miliar, sementara gross profit margin (GPM) merosot menjadi 15,1 persen dari 30,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.