Fasilitas Bekasi 2 Plant memegang peranan krusial sebagai salah satu dari lima sentra produksi strategis CCEP Indonesia yang menjamin ketersediaan pasokan produk berkualitas tinggi bagi konsumen nasional. Korporasi menegaskan bahwa efisiensi energi dan reduksi emisi kini menjadi standar mutlak dalam menentukan masa depan tata kelola industri modern.
"Dalam keseharian kami melakukan proses operasi manufaktur, kami melihat masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita produksi, tapi juga oleh bagaimana cara kita memproduksinya," kata Linda.
Pemasangan panel surya atap ini dirancang melalui pembagian peran strategis, di mana CCEP Indonesia menyiapkan lahan serta fasilitas instalasi, sementara Cikarang Listrindo menghadirkan infrastruktur teknologi kelistrikannya. Pemanfaatan PLTS Atap ini ditargetkan mampu memasok sebagian kebutuhan energi primer fasilitas pabrik secara mandiri sekaligus membuka ruang transformasi hijau yang lebih luas.
"Kapasitas 1,45 MWp ini itu setara kurang lebih sekitar 14 sampai 15 persen dari total konsumsi listrik pabrik Bekasi plant 2 ini, dengan pengurangan emisi kisarannya antara 1.000 sampai 1.500 ton CO2 ekuivalen per tahunnya. Peresmian hari ini bukanlah garis akhir dari CCEP Indonesia, ini justru merupakan awal percakapan yang lebih besar untuk mendorong transisi energi dan mendukung masa depan sektor manufaktur Indonesia yang lebih berkelanjutan," tutur Linda.
Langkah transisi energi di tingkat domestik ini selaras dengan peta jalan keberlanjutan global entitas induk, Coca-Cola Europacific Partners plc, melalui rencana aksi This is Forward. Merujuk laporan resmi keberlanjutan CCEP global, grup korporasi multinasional yang tercatat di bursa London dan New York ini berkomitmen mencapai Net Zero Greenhouse Gas (GHG) Emissions pada 2040 di seluruh rantai pasok.