Perseroan menilai, ekspansi CIL secara bertahap dapat memperkuat kapasitas operasional jangka panjang Tambang Emas Pani sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan dan arus kas EMAS. Meski demikian, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah risiko, termasuk volatilitas ekonomi, ketidakpastian rantai pasok, kompleksitas operasional, dan perubahan regulasi.
Sebagai informasi, aset utama EMAS adalah tambang emas Pani di Gorontalo, yang memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ons emas dan estimasi umur tambang sekitar 15 tahun. Tambang ini mulai melakukan penambangan awal pada Oktober 2025, menghasilkan emas perdana pada Februari 2026, dan mencatat penjualan emas pertama pada Maret 2026.
Saat ini, produksi emas Pani juga didukung fasilitas heap leach berkapasitas awal 8 juta ton per tahun. Fasilitas CIL fase 1 ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan mencapai kapasitas 12 juta ton per tahun pada 2029, dengan target produksi puncak sekitar 545.000 ons emas pada 2031 berdasarkan rencana sebelumnya.
(Rahmat Fiansyah)