Produk tersebut memberikan eksposur terhadap emas elektronik Pegadaian yang didukung emas batangan berkadar 99,99 persen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Investor dapat mengaksesnya melalui rekening efek yang sama dengan rekening untuk bertransaksi saham.
Menurut perhitungan Mirae, biaya transaksi beli dan jual ETF emas sekitar 0,3 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya transaksi pulang-pergi sekitar 6 persen untuk emas Antam ukuran 1 gram, 10 persen untuk ukuran 0,5 gram, dan 5 persen untuk Tabungan Emas.
Dengan asumsi biaya tahunan ETF sebesar 0,75 persen, akumulasi biaya diperkirakan membutuhkan sekitar delapan tahun untuk menyamai biaya transaksi pulang-pergi emas Antam ukuran 1 gram.
Meski demikian, investor perlu memperhatikan harga ETF terhadap nilai aktiva bersih atau net asset value (NAV).