Bahkan, asumsi konservatif harga emas yang digunakan dalam valuasi perusahaan tambang, yakni USD3.000-3.750 per troy ons, masih dua hingga dua setengah kali lipat dari rata-rata harga emas pada 2015-2023 yang sekitar USD1.500 per troy ons.
Mirae menilai keterbatasan pasokan tambang, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, dan risiko fiskal menjadi sejumlah faktor yang menopang level harga emas dalam jangka panjang.
Karena itu, investor dinilai dapat membangun alokasi emas secara bertahap sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Imbal hasil obligasi dan dolar AS menjadi risiko
Meski prospeknya masih konstruktif, emas tetap menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar AS.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun tercatat sebesar 5,24 persen, sedangkan indeks dolar AS (DXY) berada di level 102,2. Keduanya mendekati level tertinggi dalam 12 bulan.