sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekspansi Bisnis Agrowisata Sapi, BEEF Akuisisi Lahan 30 Hektare di Sukabumi

Market news editor Rahmat Fiansyah
02/11/2026 11:15 WIB
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare (ha) di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat bisnis pemerahan sapi.
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare (ha) di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat bisnis pemerahan sapi. (Foto: Ist)
PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare (ha) di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat bisnis pemerahan sapi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare (ha) di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat bisnis pemerahan sapi. Lahan tersebut telah dilengkapi fasilitas peternakan sapi perah dan infrastruktur produksi susu kemasan yang nantinya lebih lanjut dikembangkan menjadi kawasan agrowisata.

Direktur Utama BEEF, Ari Wijayanto mengatakan, akuisisi aset tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis perseroan di sektor pemerahan sapi. Sebelumnya, pada awal 2026, BEEF telah membeli 250 ekor sapi perah impor untuk dikembangkan di peternakan Desa Tumiyang, Banyumas, Jawa Tengah.

Dengan penambahan aset di Sukabumi, perseroan berupaya memperluas ekosistem bisnis pangan terintegrasi. Kegiatan usaha BEEF saat ini mencakup penggemukan sapi potong dan kerbau, rumah potong hewan (RPH), impor daging, produk olahan daging, penyewaan gudang pendingin (cold storage), hingga produksi susu sapi.

"Setelah berhasil memproduksi susu segar dengan hasil pemerahan yang memuaskan untuk laktasi pertama di peternakan Desa Tumiyang, kami menargetkan pembelian aset baru ini dapat meningkatkan keberlanjutan bisnis pemerahan sapi dengan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen melalui produk susu kemasan hingga pengalaman wisata edukasi peternakan," ujar Ari dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).

Dia menilai prospek industri susu di Indonesia masih positif. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional pada 2025 mencapai sekitar 4,68 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya sekitar 820.900 ton. Dengan demikian, produksi domestik baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sementara sisanya dipenuhi melalui impor.

Peluang tersebut dinilai semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan susu untuk konsumsi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pertumbuhan penduduk juga dipandang dapat menjadi faktor pendorong permintaan produk susu dalam jangka panjang.

Menurut Ari, perseroan ingin memperkuat posisinya sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan protein hewani dalam negeri, mulai dari daging dan produk olahannya hingga susu sapi.

"Kami menilai industri susu dalam negeri masih memiliki ruang tumbuh yang sangat besar. Apalagi, kebutuhan susu nasional juga diproyeksikan terus meningkat sejalan dengan hadirnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga bonus demografi," katanya.

Melalui pengembangan aset di Sukabumi dan peternakan di Banyumas, BEEF berharap dapat meningkatkan kapasitas bisnis pemerahan sapi sekaligus mengembangkan produk susu kemasan dan wisata edukasi peternakan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement