sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DKFT Habiskan Rp3,02 Miliar untuk Eksplorasi Nikel dan Batu Kapur

Market news editor Desi Angriani
08/10/2026 07:45 WIB
Central Omega menggelontorkan sekitar Rp3,02 miliar untuk kegiatan eksplorasi sejumlah anak usahanya sepanjang Juli hingga September 2026.
DKFT Habiskan Rp3,02 Miliar untuk Eksplorasi Nikel dan Batu Kapur (Foto: dok DKFT)
DKFT Habiskan Rp3,02 Miliar untuk Eksplorasi Nikel dan Batu Kapur (Foto: dok DKFT)

IDXChannel - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menggelontorkan sekitar Rp3,02 miliar untuk kegiatan eksplorasi sejumlah anak usahanya sepanjang Juli hingga September 2026.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10/2026) eksplorasi tersebut mencakup komoditas nikel dan batu kapur (limestone) yang dilakukan di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Untuk eksplorasi nikel, PT Mulia Pacific Resources (MPR) dan PT Itamatra Nusantara (IMN) melakukan pengeboran di Blok Pit MPR dan IMN, Desa Ganda-ganda, Kabupaten Morowali Utara.

Kegiatan tersebut menelan biaya sekitar Rp2,99 miliar dengan menggunakan metode core drilling HQ. Pengeboran dilakukan dengan program spasi 100 meter x 100 meter, 50 meter x 50 meter, dan 25 meter x 25 meter bersama pihak ketiga.

Dari kegiatan ini, MPR dan IMN telah melakukan pengeboran sebanyak 173 titik dengan total kedalaman mencapai 3.697 meter, dan sampel hasil pengeboran masih dalam proses analisis.

Selanjutnya, perseroan berencana melanjutkan kegiatan pengeboran di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) milik MPR dan IMN.

Eksplorasi Batu Kapur

Selain nikel, anak usaha DKFT, PT Bumi Bintang Silika (BBS) melakukan eksplorasi batu kapur di wilayah tambang limestone BBS yang juga berada di Desa Ganda-ganda, Kabupaten Morowali Utara.

Kegiatan eksplorasi ini menghabiskan biaya sekitar Rp27,8 juta dengan metode core drilling HQ. Pengeboran menggunakan program spasi 100 meter x 100 meter, 50 meter x 50 meter, dan 25 meter x 25 meter bersama pihak ketiga.

BBS telah melakukan pengeboran di tiga titik dengan total kedalaman 36 meter yang hasilnya kini masuk dalam tahap analisis.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement