“Tidak semua perusahaan memiliki akses pendanaan yang luas, mulai dari kredit sindikasi perbankan internasional, pasar obligasi, hingga investasi ekuitas dari investor global. Hal ini menunjukkan bahwa TBS memiliki rekam jejak dan prospek bisnis yang mampu menarik perhatian berbagai kelompok penyedia modal,” kata Alvin.
Alvin menjelaskan, diversifikasi sumber pendanaan memberikan fleksibilitas bagi TBS dalam menyesuaikan struktur pembiayaan dengan kebutuhan masing-masing lini bisnis.
Hal ini menjadi relevan seiring perusahaan mengembangkan portofolio pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik sebagai sumber pertumbuhan di luar batu bara.
“Dengan pilihan instrumen yang semakin beragam, perusahaan dapat mengoptimalkan kombinasi utang dan ekuitas sesuai kebutuhan investasinya. Strategi ini memberikan ruang untuk mengelola biaya modal, risiko likuiditas, serta jatuh tempo kewajiban keuangan secara lebih terukur,” katanya.
Rencana investasi HPS pada bisnis pengelolaan limbah juga berpotensi mengurangi kebutuhan pendanaan internal TBS untuk ekspansi di sektor tersebut.