Dengan membuka peluang kerja sama dengan perusahaan teknologi global, perseroan berpotensi memperoleh akses terhadap teknologi dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengembangkan solusi AI secara lebih cepat.
Di sisi lain, pasar healthcare Indonesia yang besar memberikan ruang bagi pengembangan solusi berbasis teknologi dalam jangka panjang.
Strategi tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru RSCH di luar bisnis rumah sakit konvensional. Terlebih, pendapatan RSCH pada semester I-2026 tercatat tumbuh 18,1 persen secara tahunan menjadi Rp32,7 miliar.
Sebagai gambaran, RSCH merupakan anak usaha grup konstruksi Wahyu Agung yang berbasis di Surabaya, dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO sebanyak 530 juta saham atau 20 persen dari modal disetor dengan harga penawaran Rp105-Rp125 per saham.
Untuk mendongkrak kinerja tahun ini, Junianto sebelumnya turut menyatakan akan mengandalkan pasien BPJS Kesehatan sebagai salah satu penopang utama volume kunjungan maupun pendapatan rumah sakit.