Sementara itu, Republik Capital Indonesia tercatat menjual 90.761.349 saham CBRE pada harga Rp700 per saham pada 6 Agustus 2026. Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sekitar Rp63,53 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan Republik Capital Indonesia turun dari 513 juta saham atau 11,30 persen menjadi 422.238.651 saham atau 9,30 persen.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal Selasa (11/08/2026), Republik Capital Indonesia mencantumkan rebalancing portofolio sebagai tujuan transaksi dan tercatat bukan sebagai pengendali CBRE.
Meski transaksi Andry Hakim dan Republik Capital Indonesia berlangsung pada tanggal dan harga yang sama, keterbukaan informasi masing-masing pihak tidak menyebutkan adanya transaksi langsung antara kedua pihak tersebut.
Rencana rights issue CBRE dan perubahan kepemilikan saham tersebut menjadi bagian dari perkembangan terbaru perseroan di pasar modal. Adapun pelaksanaan rights issue masih menunggu proses evaluasi dan pemenuhan ketentuan yang berlaku.
(Shifa Nurhaliza Putri)