sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Eropa Tertekan di Awal Oktober, Yield Obligasi dan Harga Energi Jadi Beban

Market news editor Desi Angriani
01/10/2026 21:15 WIB
Indeks STOXX 600, yang mencerminkan kinerja saham-saham utama Eropa, sempat anjlok 1,4 persen dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan.
Bursa Eropa Tertekan di Awal Oktober, Yield Obligasi dan Harga Energi Jadi Beban (Foto: dok Washingtonpost)
Bursa Eropa Tertekan di Awal Oktober, Yield Obligasi dan Harga Energi Jadi Beban (Foto: dok Washingtonpost)

Harga minyak mentah global dan gas alam Eropa masih berada pada level tinggi, sehingga menambah tekanan terhadap perekonomian kawasan.

Kenaikan harga energi mulai tercermin dalam data inflasi. Data awal September menunjukkan inflasi konsumen meningkat lebih cepat dari perkiraan di sejumlah negara utama Eropa, termasuk Prancis, Italia, dan Spanyol.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan harga bensin, diesel, serta gas grosir. Tekanan inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu lebih lama guna mencegah inflasi menjadi tekanan yang menetap.

Investor institusi juga masih berhati-hati dan mempertahankan posisi kas yang relatif tinggi. Pelaku pasar mencermati apakah tingginya biaya pinjaman dan harga energi akan memberikan tekanan lebih besar dibandingkan ketahanan ekonomi zona euro.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham bergerak positif. Saham Sanofi naik 2,6 persen setelah perusahaan farmasi asal Prancis tersebut mencapai kesepakatan dengan Regeneron.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement