"Baik dari sisi kinerja keuangan maupun sentimen pasar mulai pulih setelah pergerakan yang sebelumnya terlalu berlebihan pada awal pekan," kata analis pasar IG, Fabien Yip, dikutip Reuters.
Menurutnya, permintaan terhadap teknologi AI belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan dan masih berkelanjutan.
Karena itu, aksi jual yang terjadi sebelumnya kemungkinan merupakan reaksi pasar yang berlebihan terhadap kekhawatiran mengenai besarnya belanja modal.
Meski mencatat pemulihan tajam pada Jumat, Kospi masih diperkirakan membukukan penurunan sekitar 24 persen sepanjang Juli, yang menjadi penurunan bulanan terbesar sejak 1997.
Gejolak besar di pasar juga mendorong otoritas Korea Selatan memperketat pengawasan terhadap produk investasi berleverage yang telah memicu kerugian besar dan menghapus tabungan sebagian investor ritel.