Pergerakan bursa Asia turut mendapat sentimen dari perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Harga minyak sedikit melemah setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah mempertimbangkan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Perkembangan tersebut meredakan sebagian tekanan terhadap pasar saham yang sebelumnya dibebani lonjakan harga minyak.
Harga minyak Brent sempat naik lebih dari 3 persen hingga mendekati USD107 per barel setelah serangan rudal Houthi ke Arab Saudi memicu kembali kekhawatiran gangguan pasokan.
Dari Wall Street, indeks S&P 500 ditutup nyaris stagnan pada perdagangan Kamis (24/9). S&P 500 turun 0,02 persen ke 7.704,13, sedangkan Nasdaq naik tipis 0,01 persen menjadi 26.939,37. Dow Jones Industrial Average melemah 0,31 persen ke 51.349,98.