Pada kuartal III-2026, pendapatan Gaming tercatat Rp1,4 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba kotor meningkat menjadi Rp65 miliar dari Rp49 miliar, seiring pengembangan produk dan lini bisnis yang lebih menguntungkan serta ekspansi ke pasar internasional.
Sementara itu, Mitra Bukalapak mencatatkan pendapatan Rp487 miliar hingga September 2026, turun 21 persen. Meski demikian, laba kotor meningkat menjadi Rp117 miliar dari Rp109 miliar. Perbaikan efisiensi dan fokus pada produk bermargin lebih tinggi turut mendorong adjusted EBITDA berbalik positif Rp11 miliar dari negatif Rp6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen Investment melalui BMoney membukukan pendapatan Rp69 miliar sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 54 persen. Segmen ini mencatatkan adjusted EBITDA negatif Rp2 miliar, membaik dibandingkan negatif Rp6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp209 miliar hingga September 2026, turun 8 persen dari Rp228 miliar. Laba kotor turun menjadi Rp85 miliar dari Rp94 miliar, sedangkan adjusted EBITDA tercatat negatif Rp8 miliar, lebih rendah dibandingkan negatif Rp4 miliar pada Januari-September 2025.
Di tengah perbaikan kinerja operasional tersebut, Bukalapak memiliki kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp16,8 triliun per September 2026. Perseroan akan terus mengembangkan berbagai segmen usaha melalui inovasi produk dan peningkatan pengalaman pengguna, dengan tetap menjaga disiplin biaya dan investasi untuk mendukung profitabilitas berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)