Layanan taksi masih memegang porsi dominan dengan menyumbang sekitar 70 persen terhadap total pendapatan perseroan, serta tumbuh 11,1 persen yoy. Penguatan segmen ini didorong oleh peluncuran Bluebird Prime sejak Juli 2026 yang melengkapi armada Bluebird dan Silverbird di enam wilayah operasional utama, yaitu Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang.
Sementara itu, segmen non-taksi, yang meliputi shuttle Cititrans, penyewaan kendaraan, bus Bigbird, dan layanan logistik, memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total pendapatan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 10,1 persen yoy.
Kemudahan pemesanan terus diperluas lewat strategi multi-channel, mengombinasikan aplikasi MyBluebird, kemitraan ekosistem digital, dan perluasan jaringan pangkalan fisik.
Menghadapi kuartal IV 2026, Bluebird mengonsolidasikan kapasitas armada untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat jelang libur akhir tahun serta aktivitas korporasi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Andre.
(Rahmat Fiansyah)