IDXChannel - PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) belum menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2026 hingga akhir Agustus.
Atas keterlambatan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta kepada perseroan.
"Sehubungan dengan kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2026, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) dikenakan Peringatan Tertulis III dan Denda Rp150.000.000," tulis pengumuman Bursa, Kamis (24/9/2026).
BEI mencatat, sebanyak 72 perusahaan tercatat lainnya yang juga belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 telah dikenakan suspensi pada 30 Juli 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 1.068 perusahaan tercatat di BEI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 904 perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, baru 831 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan interim tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, DPNS membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp595,19 juta dengan penjualan mencapai Rp12,90 miliar.
Perseroan juga mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp5,93 miliar pada 2025. Dari sisi neraca, total aset DPNS mencapai Rp345,99 miliar, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp339,55 miliar.
Adapun total liabilitas DPNS hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp6,43 miliar. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan posisi liabilitas pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp22,69 miliar.
(DESI ANGRIANI)