Arief menambahkan, memasuki semester II-2026, AMMN akan memprioritas upaya untuk mencapai panduan produksi. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan keandalan operasi, mempertahankan disiplin biaya yang ketat, memperkuat neraca melalui pelunasan utang, hingga meningkatkan kapasitas produksi pabrik konsentrator baru.
"Serta melanjutkan persiapan menuju Final Investment Decision (FID) proyek Elang pada tahun 2027," katanya.
Saat ini, perencanan tambang Elang masih berlangsung dengan laporan JORC telah diselesaikan pada kuartal II-2026. Umur tambang Batu Hijau diperpanjang hingga 2031/2032 dengan pengolahan stockpile berlanjut hingga 2033/2034.
Tambang tersebut diperkirakan mulai menghasilkan bijih pertama pada 2031/2032 di mana nantinya memanfaatkan fasilitas Batu Hijau yang telah diperluas, termasuk smelter, pabrik konsentrator, infrastruktur pembangkit listrik, dan Pelabuhan Benete.
(Rahmat Fiansyah)