Menurut Vita, perkembangan teknologi dan media sosial juga membuat masyarakat semakin mudah menemukan kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman budaya dan pangan yang sangat besar. Hal yang selama ini bisa dianggap sebagai tantangan karena terlalu banyak pilihan justru seharusnya dilihat sebagai aset gastronomi.
Ia bahkan menyebut kimpul hanyalah salah satu contoh dari kekayaan pangan lokal yang dimiliki Indonesia. Selain itu, ada juga sagu yang tersebar di Nusantara.
Namun, tantangannya adalah bagaimana tren yang muncul di media sosial tidak berhenti sebagai konten viral. Vita menilai pemerintah daerah memiliki peran penting karena setiap bahan pangan lokal merupakan bagian dari aset daerah.
Pengembangan gastronomi juga harus mampu menggerakkan rantai ekonomi dari hulu hingga hilir.