Terlebih lagi, kata dia, Bali tetap menjadi destinasi liburan utama dunia, dan dengan menghubungkannya secara langsung dengan Melbourne, bisa memberikan pilihan penerbangan premium yang sangat kompetitif bagi wisatawan dari Australia.
“TransNusa selalu berupaya memberikan layanan yang melampaui ekspektasi, karena tujuan kami adalah menyediakan pilihan perjalanan yang andal, nyaman, dan terjangkau di seluruh kawasan,” katanya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, TransNusa menawarkan konektivitas jaringan Beyond Bali, yang memungkinkan penumpang memperluas pengalaman dan rencana perjalanan mereka melalui koneksi yang lancar menuju berbagai destinasi pulau lokal dan internasional kelas dunia.
Untuk menandai momentum ini, TransNusa juga menawarkan tarif perkenalan khusus, dengan harga tiket kelas Basic mulai dari 299 dolar Australia (AUD) atau sekira Rp3.772.046 (mengacu kurs Rp12.615 per AUD). Berbeda dari maskapai berbiaya rendah pada umumnya, tiket standar TransNusa telah mencakup fasilitas bagasi yang memadai serta kenyamanan dasar seperti air minum dan makanan ringan secara gratis.
Pada tahap awal, TransNusa akan mengoperasikan empat penerbangan per minggu, yang dijadwalkan pada hari Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Maskapai akan meningkatkan frekuensinya menjadi tujuh penerbangan terjadwal per minggu mulai 15 November 2026.
Berikut jadwal lengkapnya:
- Penerbangan 8B 18 berangkat dari Bali (DPS) pukul 20.45 dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan tiba di Melbourne Airport (MEL) pukul 05.40 keesokan harinya.
- Penerbangan 8B 19 berangkat dari Melbourne Airport (MEL) pukul 06.25 dan tiba di Bali (DPS) pukul 09.40.
(Dhera Arizona)