Dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut, salah satu pilihan terapi yang dapat digunakan pada pasien tertentu adalah Left Ventricular Assist Device (LVAD), alat yang membantu fungsi pompa jantung.
Namun, pemasangan LVAD bukan tindakan yang bisa diberikan kepada semua pasien gagal jantung. Kondisi pasien perlu dievaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu, termasuk fungsi organ lainnya.
Jika gagal jantung sudah mengenai sisi kiri dan kanan jantung dengan kondisi bilik kanan yang sangat lemah, LVAD yang hanya membantu sisi kiri tidak lagi menjadi pilihan yang memadai. Dalam kondisi tertentu seperti itu, transplantasi jantung dapat menjadi opsi terapi final.
Sebaliknya, pemasangan LVAD juga tidak boleh dilakukan terlalu cepat. Dokter perlu memastikan pasien memang membutuhkan alat tersebut dan tidak masih dapat ditangani dengan terapi lain.
“Kita enggak boleh terlalu cepat pasang alat ini, tentunya membebani pasien, sedangkan dia mungkin diminum obat bisa sembuh malah, jadi enggak perlu alatnya. Tapi kita juga enggak boleh terlalu lambat ketika sudah terjadi kerusakan banyak organ sehingga operasi LVAD ini hasilnya tidak baik,” jelasnya.
(Nadya Kurnia)