Raksasa olahraga itu mengalami penurunan yang sangat besar di China Raya. Di wilayah tersebut, pendapatan turun 22 persen menjadi USD1,2 miliar.
Hill kembali bergabung dengan Nike sebagai CEO pada Oktober 2024. Perusahaan berupaya melakukan perubahan setelah menjalankan sejumlah strategi yang keliru dalam beberapa tahun ke belakang.
Nike sempat memprioritaskan penjualan langsung melalui platform online. Namun, hal itu membuat produk perusahaan terpinggirkan di toko-toko.
Hill mengatakan kepada analis bahwa perusahaan telah membuat kemajuan sejak kembalinya dia, tetapi perubahan yang lebih dalam diperlukan setelah tinjauan komprehensif.
"Kita harus melakukan perubahan untuk menjadi perusahaan yang lebih gesit, efisien, dan berfokus pada atlet," katanya dalam pesan kepada karyawan.