“Bagi kami, YE Live in Jakarta bukan hanya tentang satu malam pertunjukan, tetapi juga tentang menunjukkan kesiapan Jakarta untuk menjadi destinasi pilihan bagi artis-artis internasional dalam menggelar konser tunggal,” ujar Karen dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai daerah dan negara diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri hiburan global.
Dampak ekonomi konser tersebut diperkirakan tidak hanya dirasakan pelaku usaha di sekitar kawasan GBK, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah Jakarta lainnya.
Mobilitas penonton dari dan menuju bandara, kebutuhan akomodasi, serta aktivitas wisata selama berada di Jakarta berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha, termasuk pengemudi taksi, transportasi daring, pemilik penginapan, hingga pedagang kuliner.
Karen menilai, para pekerja dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dari penyelenggaraan konser, baik yang terlibat langsung dalam produksi maupun yang melayani kebutuhan pengunjung di luar area pertunjukan.